KADI Sosialisasikan Aplikasi Case Management System (CMS) untuk Proses Penyelidikan Antidumping

Selasa, 07 November 2023 ditulis oleh KADI


Tangerang - Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) menggelar kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk memperkenalkan penggunaan Aplikasi Case Management System (CMS) dalam proses penyelidikan antidumping di Indonesia (7/11). Acara yang diadakan di Hotel Episode, Gading Serpong, Tangerang ini merupakan upaya untuk memperkuat efisiensi, efektivitas, dan transparansi dalam proses penyelidikan antidumping di Indonesia.

Dalam arahannya, Ketua KADI, Dr Ir Donna Gultom, MSc, menekankan pentingnya adopsi teknologi dalam rangka mempercepat proses kerja khususnya dalam menangani penyelidikan antidumping.

"Indonesia mungkin akan menjadi negara pertama di ASEAN yang menerapkan penyelidikan antidumping berbasis sistem digital. Hal ini merupakan lompatan besar bagi KADI sebagai otoritas penyelidikan antidumping di Indonesia. Pemanfaatan teknologi merupakan keharusan agar proses kerja menjadi lebih cepat dan tepat.", jelas Ketua KADI.

Sistem CMS sudah lazim digunakan oleh negara-negara maju seperti di Eropa. Masing-masing otoritas penyelidikan menamai sistem CMSnya sendiri-sendiri dengan nama khusus untuk membedakan dengan sistem yang dimiliki oleh negara lain. Begitu juga dengan Indonesia, sistem CMS yang digunakan oleh KADI diberi nama INTEREST yang merupakan akronim dari Indonesia Trade Remedies Case Management System.

Sementara itu, perwakilan dari PT Koltiva, perusahaan teknologi yang menjadi pengembang aplikasi INTEREST, yang hadir sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan sosialisasi ini menjelaskan bahwa aplikasi yang dikembangkan telah memiliki sistem keamanan yang tinggi sehingga dapat diandalkan oleh pengguna. Selain itu, juga dijelaskan terkait spesifikasi sistem dan detail dari user interface yang dapat digunakan.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah firma hukum, pelaku usaha, dan asosiasi industri. Acara ditutup dengan penyampaian materi oleh tim KADI dan simulasi terkait penggunaan aplikasi INTEREST oleh seluruh peserta.