Search

KADI Selenggarakan Asistensi Pemanfaatan Tindakan Antidumping guna Lindungi Industri Kabel Nasional

  Dengarkan Berita Ini


Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) menggelar kegiatan Asistensi Pemanfaatan Tindakan Antidumping dalam Melindungi Industri Kabel Nasional pada Kamis (15/10). Acara yang berlangsung di Jakarta ini diselenggarakan sebagai Upaya strategis untuk memperkuat proteksi terhadap industry kabel dalam negeri. Kegiatan ini dihadiri oleh pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (APKABEL), serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait.

Dalam sambutannya, Ketua KADI, Frida Adiati, menegaskan bahwa forum ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pelaku industri kabel dalam memanfaatkan instrumen antidumping. Ia memaparkan bahwa industri kabel nasional sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar. Namun, berdasarkan data yang ada, volume impor kabel ke Indonesia saat ini juga tergolong cukup tinggi. Oleh karena itu, Frida menilai perlunya analisis dan kajian yang lebih mendalam untuk mendeteksi adanya praktik dumping yang dapat merugikan pasar domestik.

Ketua APKABEL, Noval Jamalullail, mengungkapkan tingginya antusiasme para anggota dalam menyambut agenda asistensi ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membangun sinergi antara pemerintah dan pelaku industri serta mengoptimalkan pemanfaatan instrumen perdagangan demi keberlangsungan industri kabel nasional.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang berlangsung interaktif. Dalam sesi ini, Noval Jamalullail memaparkan potret dan kondisi terkini serta tantangan yang tengah dihadapi oleh industri kabel di Indonesia. Sementara itu, tim investigator KADI memberikan panduan teknis mengenai tata cara serta persyaratan dalam menyusun permohonan penyelidikan antidumping.

Menutup rangkaian kegiatan, Wakil Ketua KADI, Chandrini Mestika Dewi, menyampaikan bahwa asistensi ini merupakan wujud nyata komitmen KADI dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pelaku industri dalam negeri, khususnya di sektor kabel. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak konkret bagi penguatan daya saing industri kabel nasional, serta mampu berkontribusi terhadap keberlanjutan dan ketahanan industri dalam negeri.