Berita KADI

Bendung Impor Dumping, Pemerintah Mengenakan Bea Masuk Anti Dumping untuk HCR Alloy Asal RRT

Jakarta - Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengenakan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) untuk produk Hot Rolled Coil of Other Alloy (HRC Alloy) dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang termasuk dalam pos tarif ex.7225.30.90 dengan spesifikasi: memiliki kandungan boron sebesar 0,0008% - 0,003% atau memiliki kandungan Boron (B) sebesar 0,0008% - 0,003% dan Titanium (Ti) ≤ 0,025%.

Menteri Keuangan pada 22 Februari 2022 mengeluarkan PMK Nomor 15/PMK.010/2022 tentang Pengenaan BMAD terhadap Impor Produk HRC Alloy dari RRT. Peraturan tersebut mulai berlaku setelah dua puluh satu hari kerja terhitung sejak tanggal diundangkan, dan berlaku selama lima tahun terhitung sejak berlakunya peraturan tersebut.

Besaran BMAD yang dikenakan terhadap produk HRC Alloy yang diatur dalam kebijakan terbaru ini antara 4,2% sampai 50,2%.

PMK tersebut merujuk pada laporan akhir hasil penyelidikan yang dikeluarkan KADI pada 3 September 2021“Berdasarkan hasil penyelidikan, KADI menyimpulkan bahwa terjadi praktik dumping yang dilakukan oleh RRT dan mengakibatkan kerugian materiil yang dialami oleh industri dalam negeri di Indonesia” kata Ketua KADI.

Donna menambahkan, hasil penyelidikan menemukan adanya price undercutting, price depression dan price suppression pada impor dari RRT selama periode penyelidikan.

Sebelumnya, pada 9 Maret 2020, KADI mengumumkan dimulainya penyelidikan antidumping terhadap produk HRC Alloy yang diimpor atau berasal dari RRT. Penyelidikan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan penyelidikan yang diajukan oleh PT Krakatau Steel, Tbk. (Akm)

Admin KADI

Author

Admin